Hidup adalah pilihan

13 Jun 2012

Sebelum menikah ketika aku masih perawan tingting,aku gak mau jadi wanita yang hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga. Bagiku pada saat itu mampu gak ya aku menjadi ibu rumah tangga biasa ? memasak untuk keluarga ? yang aku bisa hanya menggoreng sosis dan bikin mie instan. Ckckck .sungguh tidak membanggakan. Mencuci baju? Paling banter dulu aku rendam cucian setelah itu langsung bilas tanpa dikucek-kucek terlebih dahulu *bukan cermin wanita sejati dan tidak patut ditiru*.hihihi

Itu yang ada dalam benakku. Karena aku bercita-cita menjadi wanita karier,apalagi melihat ibu dan kakak-kakakku,mereka semua menjadi wanita karier.

Selesai kuliah,akupun mewujudkan mimpi tersebut, menjadi wanita karier !

Setelah keluar masuk berbagai kantor,pilihanku jatuh pada satu perusahaan swasta. Posisiku disana lumayan lah (menurutku) dengan gaji yang bagiku amat sangat cukup. Belum lagi dengan bonus yang aku dapat setiap bulannya. 6 tahun aku bertahan di perusahaan tersebut,dari sebelum menikah sampai menikah dan hamil. Ketika melahirkan aku diberi cobaan,Rafi lahir prematur. Karena kondisinya tersebut setelah selesai cuti hamil dan masuk kerja lagi selama 1 bulan. Aku dihadapkan pada dua pilihan,memilih tetap menjadi wanita karier tapi harus mengorbankan anak diurus oleh pembantu yang tanpa kita tahu dia bener atau tidak mengurusnya,atau keluar dari kerjaan dan fokus mengurus Rafi. Satu pilihan yang sulit sebenarnya,tapi akhirnya aku memilih pilihan kedua.

Jadilah aku menjadi ibu rumah tangga,profesi yang sangat aku hindari. Tapi apa mau dikata,rasa sayangku pada anak jauh lebih besar dibandingkan dengan impian pribadiku. Hidup adalah pilihan ! itu yang aku alami.

Awalnya sih aku bingung.

Memasak..? masak apa yaa? Terus bumbunya apa aja ya..?

Mengurus anak? Ini gimana sih cara gendongnya? Kok kain gendongannya melorot terus ?

Walaupun awalnya masih sedikit kebingungan,tapi aku gak mau dikalahkan oleh pekerjaan ibu rumah tangga. Mulailah aku menanamkan dulu dalam pikiranku kalau aku pasti mampu dan bisa melakukannya. Aku gak boleh memiliki sikap underestimate pada kemampuan diri sendiri. Kalau orang lain mampu melakukannya,kenapa aku tidak?

Ayooo.semangat..cayyo.!!! kamu pasti bisa!!

Alhamdulillah terhitung sudah 8 tahun aku menjalani profesi sebagai ibu rumah tangga,dan sampai saat ini masih aman dan terkendali kok.

Memasak yang tadinya gak bisa,Alhamdulillah sudah bisa lah,gak sampai kayak temenku yang memasak sayur sop, seledri dan bawang daunnya diulek maka jadilah sayur sop hijau..hihihi.

Mencuci baju ? dengan teknologi tinggi,ibu-ibu udah gak perlu direpotkan lagi dengan menggosok baju pakai tangan,tinggal pencet tombol ON abrakadabraaabersih kan?

*tapi lho kok bagian kerahnya masih kotor ya?*

Dan satu lagi ternyata profesi sebagai ibu rumah tangga sungguh sangat mulia,dari sebelum matahari terbit mereka sudah memulai aktivitas. Dimulai dengan pekerjaan fisik seperti menyiapkan sarapan,beres-beres rumah,mencuci baju,mencuci piring dll. Seorang ibu yang pintarpun dibutuhkan disaat anak sudah masuk sekolah. Apalagi sekarang ini pelajaran anak SD aja udah tinggi,kalau bukan kita sebagai ibu yang membimbing belajarnya siapa lagi coba ?

Pernah sih ketika Rafi TK sampai SD sekitar 6 bulanan aku kerja lagi. Tapi ternyata hati dan pikiranku gak tenang,meninggalkan Rafi sendirian di rumah hanya ditemani oleh guru TK nya. Pada saat itu aku mikir lagi,apalagi sih yang aku cari dari kehidupan ini ? kepuasan pribadi ? atau kepuasaan membahagiakan keluarga ? mungkin akan lebih bagus dan banyak juga yang keduanya bisa seiring sejalan,karier oke,keluarga pun oke. Tapi aku termasuk orang yang gak bisa menyeimbangkan kedua hal tersebut. Maka aku mengacungkan 2 jempol bagi wanita yang bisa berkarier dan keluarga pun tidak terbengkalai. Gak kebayang gimana repotnya wanita yang memiliki 2 profesi itu.

Salut bagi para wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga sejati. Dan salut juga bagi para wanita yang mempunyai 2 profesi,menjadi wanita karier dan menjadi ibu rumah tangga juga.

Tadinya artikel ini akan aku ikutkan pada kontes yang diadakan Blogcamp,ternyata ada persyaratan yang terlewatkan dan gak terbaca. Persyaratannya harus ada lebih dari 25 artikel yang sudah aku buat. Sedangkan aku kurang dari situ,ya sudah gak apa-apa mungkin belum waktunya ya Pak Dhe.


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post