GWS my son

16 May 2012

Berusaha menulis postingan ini disela-sela tidur siangnya Rafi. Ini adalah hari ke 7 Rafi sakit panas,sakit panasnya awalnya aku anggap sakit karena kecapean biasa aja. Dan akupun hanya memberinya obat penurun panas yang selalu tersedia di rumah. Tapi sampai hari ke 3 kok belum sembuh-sembuh ya? Akhirnya akupun menyerah dan membawanya ke dokter. Dokter hanya memberikan obat antibiotic,penurun panas dan vitamin,kata dokter kalau sampai 2 hari masih panas harus dibawa lagi ke RS untuk di tes lab.

Selain obat dari dokter aku kasih juga madu+telur ayam kampung,air zam zam,godogan obat cacing *yg konon katanya bisa untuk penurun panas*,propolis,pokonya segala aku masukan ke mulutnya sampai-sampai setiap aku udah pegang gelas dan sendok Rafi pasti berkomentar

Apalagi sih maaaah??

Kasihan sih sebenarnya,tapi mau gimana lagi aku justru lebih gak tega kalau lihat dia panasnya gak turun-turun. Seperti yang aku ulas sebelumnya aku agak parno kalau Rafi udah sakit panas,bulan januari kemarin dia baru aja di opname karena sakit typus. Dan untuk sakit sekarang ini aku takutnya dia kambuh lagi. Panasnya tuh mulai dari jam 1 malam sampai pagi jam 9, segitu udah aku kasih obat gak turun-turun. Siangnya gak panas,sore jam 4 mulai panas lagi tuh. Kebayang kan aku ketar-ketirnya melihat anak seperti itu?apalagi panasnya bisa sampai 39 lebih.

Akhirnya hari senin setelah 2 hari ke dokter aku bawa lagi ke RS tadinya aku bingung pergi sama siapa. Karena secara tiba-tiba malamnya Rafi gak bisa jalan,katanya kakinya sakit. Tadinya aku pikir sakit pegal-pegal biasa,tapi ketika bangun siang mendapati dia bangun secara merangkak baru deh aku bingung,akhirnya aku bawa ke tukang urut langganan kami. Ternyata otot-ototnya tegang karena urat besar di kakinya ketarik. Alhamdulillah akhirnya dia bisa jalan walaupun sedikit-sedikit.

Kembali ke cerita pergi ke RS,setelah bingung pergi sama siapa baru aku merutuki diri sendiri yang gak bisa nyetir mobil. Coba kalau bisa kan..?aku gak perlu bergantung sama orang lain disaat urgent seperti itu. Lagi-lagi suami berkorban bolos kerja dihari itu*makasih pah kau memang selalu ada untuk kita*

Seperti yang aku duga,dokter menyuruh tes lab,dan sebenarnya hatiku khawatir kalau Rafi udah harus tes lab atau diinfus,pembuluh darahnya kecil dan biasanya ketika tes lab itu butuh waktu 1 jam dan berganti-ganti petugas. Dan seperti dugaanku,hari itu Rafi harus disuntik sebanyak 3x.!!! coba bayangkan anak sekecil itu tangannya harus disuntik disana-sini tanpa hasil. Aku sempet pengen marah dan kesal tapi mau gimana lagi? Gak tega rasanya melihat Rafi yang tadinya 2x suntikan masih nyengir-nyengir kuda tapi di suntikan ketiga kalinya dia mulai jerit-jerit dan menangis. Sumpah aku gak tega!!! Dan aku hanya bisa ngeloyor keluar ruangan sambil mengusap airmata. Alhamdulillah akhirnya setelah ganti petugas di suntikan ketiga kalinya darahnya berhasil diambil.

Hasil laboratorium trombosit,hemoglobin dan widalnya bagus,hanya saja lekositnya yang turun. Kata dokter sih biasanya kalau lekositnya turun ada 2 kemungkinan,pertama ada virus kedua gejala typus.

Dokter bilang lagi kalau dalam 2 H masih panas sepertinya harus benar-benar dirawat.

Dan hari ini adalah hari penentuannya,terakhir panas sore kemarin,tapi malamnya sampai sekarang alhamdulillah gak panas. Mudah-mudahan saja tidak panas lagi yaaa..soalnya aku gak tega nih kalau dia harus dirawat,harus diinfus lagi,harus disuntik lagi? Aaahh.kebayanginnya juga udah stress duluan. Apalagi hari ini sampai besoknya papahnya Rafi gak bisa ninggalin pekerjaannya,hari ini aja pulangnya sampai jam 11 malam.

Sebenarnya kalau sakit Rafi gak rewel sih.

kalau makan susah? setiap hari juga makannya susah dan lama

Susah makan obat? Gak terlalu sih hanya saja mungkin karena banyak yang aku kasih bikin dia bosen mangap,dan satu kata yang selalu terlontar dari mulutnya selama sakit ini

Tar dulu ya

Setiap mau aku kasih obat,minum,ataupun makanan selalu itu yang dia ucapkan sambil nelungkup di balik bantal. Dan akhirnya sebagai ibu yang pantang menyerah aku keluarkan rayuan-rayuan mautku daaann.yipiiiiiew.aku selalu keluar menjadi pemenangnya.dia akhirnya menyerah walaupun dengan muka yang agak cemberuthihihi.

Dan alhamdulillah aku termasuk cewek yang beruntung memiliki suami yang perhatian,dia selalu siaga disaat kami membutuhkan,selama Rafi sakit kebayang kan gimana repotnya aku mengurus pekerjaan di rumah sama mengurus Rafi. Tapi kami selalu berbagi tugas dan itu yang membuat aku tidak berat menjalaninya.

Oh iyabuat sahabat-sahabat semua di postinganku sebelumnya yang sudah mendoakan Rafi cepet sembuh makasih yaaaa.aku terharu *usap airmata*

Minta doanya sekali lagi yaaa..biar Rafi cepet sembuh,bisa sekolah dan main lagi. Dan maknya pun bisa keluar kandang nihudah jenuh deh ngendon di rumah terus,paling banter keluar ke RS atau ke tukang sayur.

Aku juga minta maaf aku belum maksimal bw nya,itu juga waktunya aku curi dari sela-sela Rafi tidur. Dan paling aku buka via hp aja. Pokoknya kalau Rafi sembuh aku mau seharian di salon,trus mau nonton Broken Heart filmya Reza Rahadian,Juli Estelle dan Darius. Sambil nyari-nyari siapa yang mau aku ajak nonton. Kalau suami..?biar dia gantian nungguin Rafi di rumah karena pasti Rafi belum boleh jalan-jalan dulu.

Buat semuanyaaaa.

Hepi long wiken yaaaa..


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post