Edisi galau

1 May 2012

Hari ini aku lagi GALAU.

Ternyata galau tuh bukan hanya milik kaum abegeh

Mak-mak kayak aku pun ternyata mengalami hal yang sama pula *tapi mungkin kasusnya aja yang berbeda*

Sebenarnya aku gak kepengen cerita dahulu,tapi dorongan kuat untuk curcol terus menghentak batinku*halah*

Ceritanya berawal dari keinginan aku sekeluarga yang ingin memiliki momongan lagi. Keinginan ini sebenarnya sejak lama,dimulai ketika Rafi berusia 2 tahun,aku dan suami berencana untuk memberikan adik untuk Rafi. Tapi sampai sekarang keinginan itu belum terkabul.

Sebenarnya memang ketika ingin memiliki Rafi pun aku dan suami harus menunggu sekitar 2 tahun dulu baru lahirlah Rafi. Dan sekarang ketika ingin memiliki anak kedua kenapa penantiannya lama sekali ya?

Terhitung 5,5 tahun penantian itu belum terwujud. Ada kegelisahan yang aku rasakan,mengingat usiaku yang tidak muda lagi salah satu faktor yang membuatku ingin segera mendapatkan momongan lagi. Disamping kasihan Rafi juga jika kelak dia tidak mempunyai saudara kandung,tidak ada teman berbagi. Dan membayangkan betapa sepinya masa tua kami jika hanya memiliki 1 anak. Aku dan suami berkeinginan kami memiliki masa tua yang ramai oleh celoteh cucu-cucu kami.

Bukan hanya aku dan suami yang ingin memiliki anak lagi,Rafi pun sudah ingin mempunyai adik. Dari usia 5 tahun setiap ada tetangga yang melahirkan dan dia melihat bayinya,Rafi akan berlari kerumah dan berkata

Mah,lihat tuh semua udah punya adik,kenapa bayi yang ada di perut mamah gak keluar-keluar sih?

*dan aku pun hanya bisa mengelus dada*

Beberapa cara sudah aku lakukan,dimulai dari konsultasi ke dokter kandungan dan aku diberi obat hormon untuk menambah kesuburan. Tapi belum berhasil,yang ada timbanganku malah naik dan naik

Tidaaaaaaaaak.

Akhirnya aku hentikan obat tersebut,sekarang ini aku sudah ada pada titik PASRAH dan menerima apapun yang diberikan Allah.

Aku berusaha menerima dengan ikhlas kalaupun Allah hanya mempercayakan kami satu anak,aku berusaha untuk menerimanya. Karena aku percaya manusia hanya berkehendak dan berikhtiar tapi Allah yang mentukan segalanya.

Tapi hari ini keinginan itu terusik kembali

Sebelumnya aku minta maaf kalau ceritaku terutama untuk kaum laki-laki sedikit sensitif dan agak vulgar. Bagi kaum laki yang sudah beristri mungkin sudah tidak aneh tapi bagi kaum laki yang belum beristri anggap aja ini adalah pengetahuan jika kelak berkeluarga. Dan bagi kaum perempuan yang menganggap tulisanku tidak berkenan di hati aku mohon maaf juga.

Hari sabtu kemarin ketika mengantarkan Rafi sekolah,tiba-tiba perutku sakit sekali. Sakitnya seperti sakit ketika sedang menstruasi. Dan ketika diintip aaahh.ternyata memang menstruasi. Tapi yang keluar hanyalah berupa flek.

Tapi tidak seperti bulan-bulan sebelumnya,dari keluar flek itu sampai hari minggu dan seni tidak keluar menstruasi yang seperti biasanya. Lho kenapa ya? Karena harap-harap cemas setiap satu jam sekali aku bolak-balik ke kamar mandi untuk mengecek. Alhasil malam kemarin aku gak bisa tidur dengan nyenyak! Huuaaa.

Ada harapan besar di dalam hatiku karena mengingat ketika dahulu awal-awal mengandung Rafi pun aku mengalami hal yang sama. Keluar flek dulu dan ketika di cek,dokter memberikanku obat penguat kandungan. Dan kali ini aku SANGAT BERHARAP mengalami hal yang sama pula. Ya Allahmudah-mudahan memang hamil,itulah doaku sepanjang malam.

Malam seninnya suami membelikan tes kehamilan dan pagi harinya aku cek hasilnya negatif,sedih memang tapi aku masih penasaran karena sampai jam 11 masih belum ada tanda-tanda menstruasi.

Pagi harinya suami melarangku mengantar jemput Rafi

Biar Rafi pakai jemputan ,hari ini bed rest aja di rumah!

Begitu kata suami,dia khawatir kalau pakai motor ada guncangan-guncangan yang takutnya memang benar positif *Amiiiiiin*

Tapi apa yang terjadi? Sekitar jam 1 ketika aku cek semua yang aku takutkan terjadi,aku menstruasi.hiks. Harapan besar di bulan ini harus terhapus lagi, dan lagi aku harus menelan kekecewaan . Sepertinya keluargaku harus bersabar lagi menanti keajaiban itu.

Aku telepon suami dan mengabarkan hal tersebut dan suami membesarkan hatiku,mungkin Allah belum mengabulkan dan kita masih harus terus berusaha dan tak putus-putusnya berdoa semoga apa yang menjadi keinginan kami sekeluarga bisa terkabul.

Amin ya Allah ya robbal alamin.

Dan berbahagialah teman-teman yang tidak memiliki masalah dengan memiliki momongan. Itu harus disyukuri dan aku suka tiba-tiba marah kalau melihat berita di TV bayi yang dibuang begitu saja oleh orangtuanya. Walaupun mungkin ada alasan dibalik tindakannya itu tapi bagiku tetap aku tidak bisa menerima alasannya. Karena bayi tak berdosa itu apapun itu adalah anugerah,kita gak akan tau apa yang akan terjadi nanti. Mungkin saja kehadiran bayi tersebut bisa mendatangkan rezeki dan keberkahan bagi orangtuanya.

Kita gak akan pernah tau kan apa rahasia Allah?


TAGS


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post